Pemuda drop out ini jadi juragan AI, kekayaannya tembus Rp 60 triliun

Pemuda drop out ini jadi juragan AI, kekayaannya tembus Rp 60 triliun

James Dacombe, seorang pemuda yang memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi, kini menjadi sorotan setelah perusahaan rintisannya, Olix, mencapai valuasi fantastis. Dalam putaran pendanaan terbaru, Olix berhasil mengumpulkan 232 juta pound sterling, melipatgandakan nilainya hingga tiga kali lipat dalam enam bulan, mencapai 2,5 miliar pound sterling (sekitar USD 3,3 miliar atau Rp 60 triliun).

Pendanaan ini dipimpin oleh Fundomo, perusahaan asal New York, dengan dukungan dari perancang chip asal Inggris Arm, salah satu pendiri Netflix Reed Hastings, serta Sovereign AI, sarana investasi kecerdasan buatan milik pemerintah Inggris. Sebelum putaran pendanaan ini, Dacombe memiliki 38,6% saham di Olix melalui perusahaan induknya, Bletchley Industries. Dengan valuasi terbaru, nilai kepemilikan sahamnya diperkirakan mencapai sekitar 946 juta pound sterling (USD 1,27 miliar).

Ilustrasi chip AI yang dirancang untuk efisiensi komputasi.
Foto: Brendan Hollis / Unsplash

Perjalanan Dacombe dan Ambisi Olix

Dacombe tumbuh di Harrogate, Inggris utara, dan mulai belajar pemrograman komputer secara otodidak pada usia 13 tahun dengan membuat web dan aplikasi. Setelah keluar dari Ashville College, ia melanjutkan ke kampus St Aidan’s and St John Fisher pada tahun 2017, namun memutuskan berhenti setelah dua hari.

Pada tahun berikutnya, ia mendirikan CoMind, sebuah perusahaan teknologi medis yang mengembangkan perangkat pemantau otak non-invasif. Perangkat ini bertujuan membantu dokter memantau aktivitas otak tanpa perlu operasi.

Pada tahun 2022, Dacombe bergabung dengan Thiel Fellowship, sebuah program yang didirikan oleh salah satu pendiri PayPal, Peter Thiel. Program ini memberikan pendanaan sebesar USD 100.000—yang kemudian dinaikkan menjadi USD 250.000 untuk peserta baru—serta bimbingan bagi pengusaha muda yang memilih merintis bisnis alih-alih melanjutkan pendidikan tinggi.

Ia kemudian mendirikan Olix dua tahun setelahnya, yang awalnya bernama Flux, melalui perusahaan induknya Bletchley Industries, yang juga membawahi CoMind. Olix berambisi untuk menantang dominasi kecerdasan buatan Nvidia, yang GPU-nya saat ini mendominasi pasar pelatihan dan pengoperasian model AI tingkat lanjut.

Inovasi Chip AI Olix

Didirikan pada tahun 2024, Olix fokus mengembangkan chip inferensi AI, yaitu semikonduktor khusus yang dirancang untuk menjalankan model kecerdasan buatan yang telah terlatih dengan lebih efisien dibanding chip konvensional. Perusahaan ini berencana merampungkan desain chip DX-1 pada tahun ini sebelum meningkatkan produksinya pada akhir 2027.

Olix mengklaim bahwa chip mereka tidak bergantung pada sejumlah komponen memori yang saat ini ketersediaannya terbatas. Hal ini memungkinkan sistem AI beroperasi dengan biaya lebih rendah sekaligus meningkatkan kinerjanya.

Dacombe adalah salah satu pendiri terpenting di generasinya.— Josephine Kant, Kepala Divisi Ventura di Sovereign AI

SeputarTech

Redaksi independen yang merangkum & mengurasi berita teknologi dari berbagai sumber terpercaya untuk pembaca Indonesia.

Komentar