<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Gaming on Seputar Teknologi</title>
        <link>https://seputartech.com/categories/gaming/</link>
        <description>Recent content in Gaming on Seputar Teknologi</description>
        <generator>Hugo -- gohugo.io</generator>
        <language>en-us</language>
        <lastBuildDate>Sun, 21 Jun 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://seputartech.com/categories/gaming/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" /><item>
            <title>Tragedi Jatuhnya Pesawat Claude Guillemot: Retaknya Pilar Pelindung Ubisoft</title>
            <link>https://seputartech.com/p/tragedi-jatuhnya-pesawat-claude-guillemot-retaknya-pilar-pelindung-ubisoft/</link>
            <pubDate>Sun, 21 Jun 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
            <guid>https://seputartech.com/p/tragedi-jatuhnya-pesawat-claude-guillemot-retaknya-pilar-pelindung-ubisoft/</guid>
            <description>&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/126621/pexels-photo-126621.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Featured image of post Tragedi Jatuhnya Pesawat Claude Guillemot: Retaknya Pilar Pelindung Ubisoft&#34; /&gt;&lt;p&gt;Kabar duka yang datang dari langit Prancis akhir pekan ini menyentak industri game global. Claude Guillemot, salah satu dari lima bersaudara yang mendirikan Ubisoft, dilaporkan tutup usia pada umur 69 tahun akibat kecelakaan pesawat pribadi. Kepergiannya yang mendadak bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarganya, melainkan juga menandai akhir dari sebuah era kepemimpinan keluarga paling gigih dalam sejarah hiburan interaktif. Bagi mereka yang tumbuh bersama petualangan Rayman atau menyelinap di atap fiksi sejarah Assassin’s Creed, nama Guillemot adalah pilar yang membuat semua fantasi itu menjadi nyata di layar kaca kita.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Mari kita putar balik waktu sebentar ke tahun 1986. Di sebuah wilayah pedesaan Brittany, Prancis, Claude bersama saudara-saudaranya—Yves, Michel, Gérard, dan Christian—memiliki ide gila untuk menjual perangkat lunak komputer. Mereka tidak sekadar membuat bisnis, melainkan membangun fondasi raksasa yang kelak mempekerjakan puluhan ribu orang di seluruh dunia. Claude sendiri, meski kerap berada di balik layar dibanding sang CEO Yves Guillemot, memegang peran krusial dalam mengarahkan ekspansi teknologi dan operasional grup, termasuk memimpin Guillemot Corporation yang terkenal dengan perangkat keras gaming hercules dan thrustmaster miliknya.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Kehilangan Claude terjadi di saat yang sangat krusial bagi Ubisoft. Beberapa tahun terakhir, penerbit game asal Prancis ini sedang terseok-seok menghadapi tekanan pasar, kritik tajam atas kualitas rilis game terbaru mereka, hingga isu akuisisi yang terus membayangi. Guillemot bersaudara dikenal sangat protektif terhadap independensi perusahaan mereka. Ingat bagaimana mereka mati-matian melawan upaya pengambilalihan paksa oleh Vivendi beberapa tahun lalu? Kekompakan lima bersaudara ini adalah tameng utama Ubisoft dari cengkeraman investor luar yang hanya peduli angka di atas kertas. Berkurangnya satu pilar kekuatan ini tentu membawa dampak psikologis yang berat bagi jajaran manajemen yang sedang berjuang memulihkan reputasi perusahaan.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Kepergian Claude memicu pertanyaan besar tentang bagaimana dinasti Guillemot akan mempertahankan benteng mereka ke depan. Di industri yang semakin dikuasai oleh konsolidasi korporat skala raksasa, memiliki pendiri asli yang masih aktif adalah sebuah kemewahan sekaligus jangkar moral. Tanpa kehadiran Claude, Yves dan saudara-saudaranya yang tersisa kini harus menghadapi badai industri modern dengan satu barisan pertahanan yang kosong. Ini adalah ujian berat, mengingat para gamer saat ini semakin sinis terhadap keputusan bisnis Ubisoft yang dinilai terlalu bermain aman dan kehilangan sentuhan magis masa lalu mereka.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Kita sering lupa bahwa di balik korporasi raksasa dengan ribuan staf, ada sekelompok manusia yang memulainya dari garasi atau toko kecil. Claude Guillemot adalah representasi dari generasi perintis yang berani bertaruh pada industri yang saat itu bahkan belum dianggap serius oleh dunia finansial. Kontribusinya mungkin tidak selalu tertulis di kredit akhir game terlaris mingguan Anda, tetapi tanpa visi bersamanya di pertengahan dekade delapan puluhan, peta industri game hari ini pasti akan terlihat sangat berbeda. Selamat jalan, Claude, terima kasih telah ikut mewarnai masa kecil dan masa muda jutaan gamer di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;hr&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://techcrunch.com/2026/06/21/ubisoft-co-founder-claude-guillemot-dies-in-plane-crash/&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;TechCrunch&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&#xA;&lt;em&gt;Foto: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@ingewallu&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Inge Wallumrød&lt;/a&gt; / Pexels&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&#xA;</description>
        </item></channel>
</rss>
