<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Global on Seputar Teknologi</title>
        <link>https://seputartech.com/categories/global/</link>
        <description>Recent content in Global on Seputar Teknologi</description>
        <generator>Hugo -- gohugo.io</generator>
        <language>en-us</language>
        <lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://seputartech.com/categories/global/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" /><item>
            <title>Pilihan Jujur Sang Desainer: Barang IKEA Favorit Bosnya, Jauh dari yang Kita Sangka</title>
            <link>https://seputartech.com/p/pilihan-jujur-sang-desainer-barang-ikea-favorit-bosnya-jauh-dari-yang-kita-sangka/</link>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
            <guid>https://seputartech.com/p/pilihan-jujur-sang-desainer-barang-ikea-favorit-bosnya-jauh-dari-yang-kita-sangka/</guid>
            <description>&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/19980215/pexels-photo-19980215.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Featured image of post Pilihan Jujur Sang Desainer: Barang IKEA Favorit Bosnya, Jauh dari yang Kita Sangka&#34; /&gt;&lt;p&gt;Lupakan dulu ilusi bahwa para petinggi perusahaan desain rumah tangga raksasa macam IKEA ini isinya cuma orang-orang yang rumahnya bergelimang furnitur custom kelas atas, atau setidaknya edisi terbatas yang bikin dompet menangis. Nyatanya, Bos Desain IKEA, Johan Ejdemo, juga manusia biasa. Dia punya gawai, dia punya kebutuhan, dan tentu saja, dia punya barang-barang IKEA di rumahnya. Dan percayalah, daftar pilihannya jauh dari sekadar lemari buku Billy yang itu-itu lagi.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Memang sih, Billy itu ikon. Hampir tiap mahasiswa atau keluarga muda pasti pernah punya. Tapi saat kita tanya seorang jagoan desain yang setiap hari berkutat dengan estetika dan fungsionalitas di markas besar IKEA, apa barang yang paling berkesan baginya? Jawabannya justru mengejutkan dan, menurut saya, cukup menampar realitas persepsi kita tentang &amp;lsquo;desain bagus&amp;rsquo;.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;h2 id=&#34;pilihan-jujur-sang-desainer&#34;&gt;Pilihan Jujur Sang Desainer&#xA;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Jadi, apa saja yang bertengger manis di kediaman Ejdemo, sampai-sampai ia rela memamerkannya kepada dunia? Coba tebak, pasti bukan sofa mewah yang desainnya cuma bisa dinikmati sekali pandang. Justru, yang paling dia banggakan, favorit sepanjang masanya, adalah &lt;strong&gt;keranjang FLÅDIS&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;blockquote&gt;&#xA;    &lt;p&gt;&amp;ldquo;Ini bukan barang yang paling mencolok atau rumit, tapi fungsional, tak lekang waktu, dan serbaguna. Saya memakainya di dapur untuk menyimpan kentang, atau di kamar tidur untuk selimut tambahan, bahkan untuk handuk di kamar mandi. Bentuknya tetap elegan.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;&lt;span class=&#34;cite&#34;&gt;&lt;span&gt;― &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Johan Ejdemo, &lt;/span&gt;&lt;a href=&#34;https://www.wired.com/story/these-are-the-12-ikea-products-ikeas-design-chief-personally-owns/&#34;&gt;&lt;cite&gt;Wired&lt;/cite&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&#xA;&lt;p&gt;Nah, ini dia poin pentingnya. Bos desain IKEA memuji keranjang! Bukan lampu gantung kristal atau meja makan dari kayu langka. Ini bicara soal utilitas, desain yang jujur, dan bagaimana sebuah produk bisa beradaptasi dengan hidup kita. Sebuah keranjang anyaman seagrass yang bisa dilipat, dibolak-balik, dan entah kenapa, selalu terlihat pas di mana saja. Kalau kita mikir &amp;lsquo;desain bagus&amp;rsquo; itu harus &lt;em&gt;wah&lt;/em&gt; dan mahal, Ejdemo cuma senyum-senyum tipis.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/19980206/pexels-photo-19980206.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Global&#34; style=&#34;float:right; max-width:300px; width:42%; margin:0 0 1rem 1.5rem; border-radius:8px; clear:right;&#34;&gt;&#xA;&lt;p&gt;Lalu ada juga sentuhan teknologi yang tak kalah menarik. Ia ternyata punya &lt;strong&gt;speaker SYMFONISK bentuk pigura&lt;/strong&gt; yang kolaborasi dengan Sonos itu. Speaker yang menyamar jadi hiasan dinding? Ide yang bikin ruang tamu tetap rapi tanpa kabel ruwet dan kotak hitam menjulang. Sebuah bukti bahwa estetika dan fungsi audio bisa kawin tanpa bikin rumah terlihat seperti toko elektronik, sebuah esensi desain yang memang seharusnya bisa menyatu tanpa perlu banyak kompromi.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Tak lupa, barang-barang ‘wajib’ yang kadang terlupakan tapi selalu dicari: &lt;strong&gt;bangku tangga BEKVÄM&lt;/strong&gt;. Ini bukan cuma soal meraih toples di rak paling atas, tapi tentang desain yang merakyat, kokoh, dan, mari kita akui, seringkali jadi meja kecil darurat atau tempat duduk ekstra saat tamu membludak. Atau trolley &lt;strong&gt;RAÅSKOG&lt;/strong&gt; yang serbaguna itu, bisa jadi bar mini dadakan, tempat bumbu dapur, atau penyimpan alat mandi. Ini adalah pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa di setiap rumah.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;img alt=&#34;Global&#34; class=&#34;gallery-image&#34; data-flex-basis=&#34;319px&#34; data-flex-grow=&#34;133&#34; height=&#34;1300&#34; loading=&#34;lazy&#34; sizes=&#34;(max-width: 767px) calc(100vw - 30px), (max-width: 1023px) 700px, (max-width: 1279px) 950px, 1232px&#34; src=&#34;https://images.pexels.com/photos/11244064/pexels-photo-11244064.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940&#34; srcset=&#34;https://seputartech.com/pexels-photo-11244064_11898312473584805460_hu_d080e76ec4a25786.jpg 800w, https://seputartech.com/pexels-photo-11244064_11898312473584805460_hu_55ec16378e5b83f8.jpg 1600w, https://images.pexels.com/photos/11244064/pexels-photo-11244064.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940 1733w&#34; width=&#34;1733&#34;&gt;&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Dan ya, bahkan seorang Ejdemo pun tak luput dari pesona &lt;strong&gt;tas FRAKTA&lt;/strong&gt; biru ikonik itu. Tas raksasa yang sudah jadi simbol pergerakan barang, dari pindahan rumah sampai belanja bulanan. Murah, kuat, dan abadi. Barang yang mungkin kita pandang sebelah mata, tapi tanpa sadar, sudah jadi pahlawan di kehidupan sehari-hari kita. Ini adalah bukti nyata bahwa desain yang sesungguhnya berarti adalah yang paling efektif dan bertahan lama, bukan yang paling rumit.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;h2 id=&#34;apa-artinya-ini-bagi-kita&#34;&gt;Apa Artinya Ini Bagi Kita?&#xA;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dari daftar ini, satu hal jadi jelas: desain hebat bukan melulu tentang rumitnya bentuk atau mahalnya material. Ini tentang &lt;em&gt;solusi&lt;/em&gt;. Bagaimana sebuah benda bisa menyelesaikan masalah, beradaptasi dengan berbagai skenario, dan tetap bertahan melewati tren-tren instan. Ejdemo, dengan pilihan sederhananya, seolah berbisik: &amp;ldquo;Hey, hidup ini sudah cukup rumit, jangan bikin furnitur juga ikutan ribet.&amp;rdquo; Ia mengajarkan bahwa nilai sejati sebuah produk itu terletak pada seberapa sering dan seberapa nyaman kita menggunakannya, bukan seberapa heboh iklannya atau seberapa unik bentuknya.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/245208/pexels-photo-245208.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Global&#34; style=&#34;float:right; max-width:300px; width:42%; margin:0 0 1rem 1.5rem; border-radius:8px; clear:right;&#34;&gt;&#xA;&lt;p&gt;Ini tamparan halus bagi kita yang sering tergiur produk-produk gemerlap, lalu berakhir jadi pajangan yang mengumpulkan debu. Pilihan Ejdemo menunjukkan bahwa IKEA, di baliknya segala strategi marketing dan penjualan, masih memegang teguh filosofi &amp;lsquo;demokratisasi desain&amp;rsquo;. Desain yang bagus itu harus bisa diakses, fungsional, dan relevan untuk semua orang, dari bos besar sampai mahasiswa indekos. Dan kadang, yang paling &amp;lsquo;bagus&amp;rsquo; justru adalah yang paling sederhana dan paling sering kita pakai tanpa banyak pikir.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Jadi, kali berikutnya Anda melangkah masuk ke IKEA, coba pandang ulang keranjang anyaman, bangku kecil, atau bahkan tas belanja biru Anda. Bisa jadi, barang-barang ‘remeh’ itulah yang sebenarnya punya cerita desain paling kuat, bahkan di mata bosnya sendiri. Dan itu, jujur saja, sedikit menenangkan.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;div style=&#34;clear:both;&#34;&gt;&lt;/div&gt;&#xA;&lt;hr&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.wired.com/story/these-are-the-12-ikea-products-ikeas-design-chief-personally-owns/&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Wired&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; | Foto: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@alex-tyson-919593032&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Alex Tyson&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@atbo-66986&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;ATBO&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@czapp-arpad-3647289&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Czapp Árpád&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@dada-_design-240566386&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;dada _design&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@cup-of-couple&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Cup of  Couple&lt;/a&gt; / Pexels&lt;/p&gt;&#xA;</description>
        </item><item>
            <title>Sujud Para Firaun Digital: Kemenangan Mesir, Viral Salah, dan Algoritma Hati Netizen</title>
            <link>https://seputartech.com/p/sujud-para-firaun-digital-kemenangan-mesir-viral-salah-dan-algoritma-hati-netizen/</link>
            <pubDate>Mon, 22 Jun 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
            <guid>https://seputartech.com/p/sujud-para-firaun-digital-kemenangan-mesir-viral-salah-dan-algoritma-hati-netizen/</guid>
            <description>&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/19876132/pexels-photo-19876132.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Featured image of post Sujud Para Firaun Digital: Kemenangan Mesir, Viral Salah, dan Algoritma Hati Netizen&#34; /&gt;&lt;p&gt;Lupakan sejenak prediksi skor, VAR yang sering bikin kepala pening, atau drama transfer pemain. Di Piala Dunia 2026, Mesir baru saja menulis ulang sejarah dengan tinta emas, dan yang lebih menarik, tinta digital. Mereka berhasil mengandaskan Selandia Baru dengan skor telak 3-1, sebuah capaian yang langsung dielu-elukan sebagai kemenangan bersejarah. Tapi, bukan cuma skor akhir yang bikin layar gadget kita heboh.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;img alt=&#34;Global&#34; class=&#34;gallery-image&#34; data-flex-basis=&#34;360px&#34; data-flex-grow=&#34;150&#34; height=&#34;1253&#34; loading=&#34;lazy&#34; sizes=&#34;(max-width: 767px) calc(100vw - 30px), (max-width: 1023px) 700px, (max-width: 1279px) 950px, 1232px&#34; src=&#34;https://images.pexels.com/photos/38112754/pexels-photo-38112754.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940&#34; srcset=&#34;https://seputartech.com/pexels-photo-38112754_4991735390703526242_hu_bae0b19b440f7da.jpg 800w, https://seputartech.com/pexels-photo-38112754_4991735390703526242_hu_4c64fb474744fb33.jpg 1600w, https://images.pexels.com/photos/38112754/pexels-photo-38112754.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940 1880w&#34; width=&#34;1880&#34;&gt;&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Drama sesungguhnya terjadi sesaat setelah peluit panjang ditiup. Mohamed Salah, sang bintang utama, bersama rekan-rekannya tak sungkan langsung bersujud syukur di tengah lapangan. Pemandangan ini, yang mungkin terlihat biasa di kultur tertentu, justru meledak di seluruh platform digital. Foto-foto dan video singkat momen itu menyebar bak api di padang rumput, mengubah stadion menjadi panggung global untuk sebuah ekspresi ketulusan.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Dalam hitungan menit, feed media sosial dipenuhi unggahan ulang, komentar, dan tagar yang memuji sikap rendah hati para pemain. Dari Kairo hingga Canberra, dari Jakarta sampai Johannesburg, gelombang apresiasi mengalir deras. Tidak butuh waktu lama bagi ‘sujud Salah dkk’ ini untuk menjadi tren teratas, menggeser topik-topik teknologi atau bahkan gosip selebritas yang biasanya mendominasi lini masa.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/31160096/pexels-photo-31160096.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Global&#34; style=&#34;float:right; max-width:300px; width:42%; margin:0 0 1rem 1.5rem; border-radius:8px; clear:right;&#34;&gt;&#xA;&lt;p&gt;Fenomena ini menarik untuk dicermati. Di tengah arus informasi yang kian deras, di mana setiap detik ada saja hal baru yang berteriak meminta perhatian kita, momen otentik dan penuh makna justru punya daya pikat luar biasa. Bayangkan, sebuah tindakan spiritual di lapangan hijau, difoto dengan perangkat yang mungkin merekam setiap detail pixel, lalu disebarkan melalui jaringan data yang melintasi benua. Kekuatan visual yang dipadukan dengan emosi universal adalah kombinasi yang sulit ditolak oleh mata dan jari netizen.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Netizen, dengan segala spektrumnya, seolah menemukan oase di gurun digital yang seringkali kering akan ketulusan. Pujian demi pujian membanjiri, bukan hanya karena kemenangan, melainkan karena &lt;em&gt;cara&lt;/em&gt; kemenangan itu disikapi. Ini bukan sekadar dukungan untuk tim sepak bola, tapi resonansi dengan nilai-nilai yang jauh lebih dalam.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;blockquote class=&#34;alert alert-note&#34;&gt;&#xA;        &lt;div class=&#34;alert-header&#34;&gt;&#xA;            &lt;span class=&#34;alert-icon&#34;&gt;📝&lt;/span&gt;&#xA;            &lt;span class=&#34;alert-title&#34;&gt;Note&lt;/span&gt;&#xA;        &lt;/div&gt;&#xA;        &lt;div class=&#34;alert-body&#34;&gt;&#xA;            &lt;p&gt;Kecepatan penyebaran konten viral semacam ini bukan sekadar keberuntungan. Ia adalah hasil dari arsitektur media sosial yang dirancang untuk mempercepat amplifikasi emosi dan konten yang relevan secara budaya, bahkan jika sumber aslinya adalah peristiwa di dunia nyata.&lt;/p&gt;&#xA;        &lt;/div&gt;&#xA;    &lt;/blockquote&gt;&#xA;&lt;p&gt;Kita hidup di era di mana citra bisa berarti segalanya, dan Mesir berhasil menghadirkan citra yang murni, tanpa polesan tim humas atau kampanye PR yang mahal. Ini adalah kemenangan untuk Mesir di lapangan, dan kemenangan bagi otentisitas di jagat maya. Momen tersebut menunjukkan bahwa di balik layar-layar yang kita tatap, manusia masih mendambakan koneksi emosional yang tulus. Dan ketika koneksi itu hadir, ia akan disambut dengan tangan terbuka, dan tentu saja, dengan &amp;rsquo;like&amp;rsquo; serta &amp;lsquo;share&amp;rsquo; yang tak terhingga.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/36799150/pexels-photo-36799150.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Global&#34; style=&#34;float:right; max-width:300px; width:42%; margin:0 0 1rem 1.5rem; border-radius:8px; clear:right;&#34;&gt;&#xA;&lt;p&gt;Di tengah riuhnya notifikasi dan tren sesaat, momen tulus seperti sujud syukur tim Mesir ini menjadi pengingat pahit-manis: algoritma mungkin menguasai feed kita, tapi hati manusia masih punya kehendak sendiri dalam menentukan apa yang pantas diagungkan. Sebuah momen yang membuktikan bahwa di balik segala kalkulasi data, kadang yang paling viral justru adalah keaslian, bukan kepalsuan yang di-endorse. Ia adalah anomali yang membanggakan, di mana keimanan dan kemenangan bersua, lalu direplikasi jutaan kali di dunia maya.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Kemenangan Mesir di Piala Dunia 2026 bukan sekadar tiga poin di tabel klasemen. Ia adalah pengingat bahwa sepak bola, di era digital ini, adalah kanvas global tempat kisah-kisah kemanusiaan—lengkap dengan iman, gairah, dan syukur—bisa dilukis dan disebarkan ke setiap sudut dunia, satu unggahan viral pada satu waktu. Siapa sangka, sebuah gesture sederhana di lapangan bisa menjelma menjadi fenomena digital yang menggetarkan jutaan hati?&lt;/p&gt;&#xA;&lt;div style=&#34;clear:both;&#34;&gt;&lt;/div&gt;&#xA;&lt;hr&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://inet.detik.com/cyberlife/d-8542715/mesir-menang-bersejarah-di-piala-dunia-sujud-salah-dkk-tuai-pujian&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Detik Inet&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; | Foto: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@aderawilson&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Adera Abdoulaye Dolo&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@eslames1&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Eslam Mohammed Abdelmaksoud&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@khezez&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;khezez  | خزاز&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@muratak&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Murat Ak&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@omar-ramadan-1739260&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Omar Ramadan&lt;/a&gt; / Pexels&lt;/p&gt;&#xA;</description>
        </item></channel>
</rss>
