Cookie First-Party vs. Third-Party: Apa Bedanya Sih?

Cookie First-Party vs. Third-Party: Apa Bedanya Sih?
Ringkasan Cepat
  • Cookie first-party dibuat oleh situs yang kamu kunjungi, fungsinya untuk meningkatkan pengalamanmu di situs tersebut (misal: mengingat login atau keranjang belanja).
  • Cookie third-party dibuat oleh pihak lain (biasanya pengiklan atau analitik) dan melacak aktivitasmu di banyak situs web untuk menampilkan iklan bertarget.
  • Perbedaan utama terletak pada asal dan tujuan: first-party untuk situs tunggal, third-party untuk pelacakan lintas situs.
  • Banyak browser modern sudah mulai membatasi atau memblokir cookie third-party karena alasan privasi.

Saat kamu menjelajah internet, sering muncul notifikasi izin penggunaan ‘cookie’. Tapi, tahu tidak kalau ada dua jenis cookie utama yang punya peran dan fungsi berbeda? Mereka adalah cookie first-party dan third-party.

Keduanya memang sama-sama file kecil yang disimpan browser di perangkatmu, tapi asalnya dan bagaimana mereka bekerja itu tidak sama. Memahami perbedaannya penting agar kamu lebih sadar tentang privasi saat berselancar di dunia maya.

Bayangkan kamu sedang berkunjung ke sebuah toko fisik. Toko itu akan mengingat preferensimu, seperti barang yang kamu masukkan ke keranjang belanja atau bahasa yang kamu gunakan. Cookie first-party bekerja seperti itu di dunia online.

Cookie jenis ini dibuat dan ditempatkan langsung oleh situs web yang sedang kamu kunjungi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengalamanmu di situs tersebut.

Contohnya, cookie first-party akan mengingat data login-mu agar tidak perlu memasukkan ulang setiap kali berkunjung, menyimpan item di keranjang belanja, atau mengingat pengaturan bahasa situs. Informasi ini hanya bisa diakses oleh situs web yang membuatnya.

Ilustrasi perbedaan cara kerja cookie first-party dan third-party di browser.
Foto: Pavel Danilyuk / Pexels

Singkatnya, cookie first-party adalah ‘asisten pribadi’ situs web yang kamu kunjungi, memastikan pengalamanmu lancar dan personal di situs tersebut.

Sekarang bayangkan kamu di toko tadi, tapi ada orang ketiga (misalnya, agen iklan) yang diam-diam mencatat apa saja yang kamu lihat di toko itu, lalu mengikuti kamu ke toko lain dan menunjukkan iklan barang yang mirip. Itulah analogi sederhana untuk cookie third-party.

Cookie third-party dibuat oleh domain yang berbeda dari situs web yang sedang kamu kunjungi. Biasanya, mereka berasal dari layanan eksternal yang disematkan di halaman tersebut, seperti jaringan iklan, alat analisis, atau widget media sosial.

Fungsi utamanya adalah untuk melacak aktivitasmu di berbagai situs web. Ini memungkinkan pihak ketiga untuk membangun profil perilakumu secara online, yang kemudian digunakan untuk menampilkan iklan bertarget atau mengukur kinerja kampanye iklan.

Misalnya, jika kamu melihat sepatu di satu toko online, lalu pindah ke situs berita, kamu mungkin melihat iklan sepatu yang sama muncul di sana. Itu adalah kerja dari cookie third-party.

Perbedaan Utama dan Dampak Privasi

Perbedaan paling mendasar antara keduanya terletak pada asal dan tujuannya. Cookie first-party dibuat oleh situs yang kamu kunjungi untuk meningkatkan pengalamanmu di situs itu saja.

Sementara itu, cookie third-party dibuat oleh pihak lain dan melacakmu di banyak situs untuk tujuan periklanan atau analisis. Ini seringkali menimbulkan kekhawatiran privasi, karena mereka bisa membangun gambaran detail tentang kebiasaan online-mu.

Banyak browser modern, seperti Safari dan Firefox, sudah mulai memblokir cookie third-party secara default karena alasan privasi. Google Chrome juga berencana untuk secara bertahap menghapus dukungan untuk cookie third-party. Ini menunjukkan adanya pergeseran fokus ke privasi pengguna yang lebih besar.

Info: Meskipun cookie third-party sering dikaitkan dengan pelacakan, ada beberapa kasus penggunaan yang ‘bermanfaat’, seperti memungkinkan layanan pembayaran online (misalnya PayPal atau Stripe) berfungsi di situs lain.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa baik first-party maupun third-party cookie bisa dihapus atau diblokir melalui pengaturan browser kamu.

Pertanyaan Umum

Apakah cookie first-party berbahaya?
Secara umum, cookie first-party tidak berbahaya karena hanya menyimpan informasi yang relevan untuk satu situs web dan meningkatkan pengalamanmu di situs tersebut. Mereka tidak melacakmu di situs lain.
Kenapa browser memblokir cookie third-party?
Browser memblokir cookie third-party karena masalah privasi. Cookie ini bisa melacak kebiasaan browsing kamu di berbagai situs web, menciptakan profil detail yang bisa digunakan untuk iklan bertarget tanpa izin langsung.

SeputarTech

Redaksi independen yang merangkum & mengurasi berita teknologi dari berbagai sumber terpercaya untuk pembaca Indonesia.