Blockchain & Data

Blockchain

Ringkasan Cepat
  • Blockchain mencatat data yang tersebar di banyak komputer sekaligus, bukan satu server pusat
  • Data yang sudah tercatat sangat sulit diubah tanpa terdeteksi node lain
  • Bukan cuma untuk cryptocurrency, juga dieksplorasi untuk rantai pasok dan sertifikat

Blockchain adalah sistem pencatatan data yang terdesentralisasi, artinya salinan datanya tersebar di banyak komputer (disebut node) sekaligus di seluruh dunia, bukan disimpan di satu server pusat. Data dicatat dalam “blok” yang saling terhubung secara berurutan membentuk rantai, dan setiap blok baru mengandung referensi kriptografis ke blok sebelumnya.

Kenapa Sulit Diubah

Karena setiap blok terhubung secara kriptografis ke blok sebelumnya, dan salinan data yang sama tersebar di ribuan komputer sekaligus, mengubah satu catatan lama akan langsung terdeteksi karena tidak cocok lagi dengan salinan yang dipegang node lain. Untuk mengubah data blockchain secara diam-diam, seseorang harus mengontrol mayoritas node di jaringan sekaligus, yang secara praktis sangat sulit dilakukan pada blockchain besar dan mapan.

Bukan Cuma untuk Cryptocurrency

Blockchain paling dikenal sebagai fondasi cryptocurrency, tapi konsepnya juga dieksplorasi untuk kebutuhan lain seperti pelacakan rantai pasok barang, pencatatan sertifikat kepemilikan, dan sistem voting elektronik, di mana sifat data yang sulit diubah dan transparan dianggap bernilai.

Kesalahan Umum Soal Blockchain

Banyak yang mengira blockchain otomatis berarti data di dalamnya pasti benar dan akurat. Padahal blockchain hanya menjamin data yang sudah tercatat sulit diubah, bukan menjamin kebenaran data itu sendiri saat pertama kali dimasukkan, kalau data awalnya sudah salah atau palsu, blockchain hanya akan mencatat kesalahan itu secara permanen dan tetap sulit diubah.

Pertanyaan Umum

Apakah blockchain sama dengan cryptocurrency?
Tidak sama. Blockchain adalah teknologi pencatatan data di baliknya, sementara cryptocurrency adalah salah satu penerapan dari teknologi tersebut. Blockchain bisa dipakai untuk kebutuhan lain di luar mata uang digital.
Apakah semua blockchain bersifat publik dan bisa dilihat siapa saja?
Tidak semua. Ada blockchain publik yang bisa dilihat dan diikuti siapa saja (seperti kebanyakan cryptocurrency populer), dan ada juga blockchain privat yang aksesnya dibatasi hanya untuk pihak tertentu, umum dipakai perusahaan untuk kebutuhan internal.
Kenapa blockchain butuh banyak energi untuk beroperasi?
Sebagian mekanisme blockchain, khususnya yang memakai sistem “proof of work”, membutuhkan daya komputasi besar untuk memverifikasi dan menambah blok baru sebagai bentuk keamanan jaringan, sehingga mengonsumsi energi listrik dalam jumlah signifikan. Mekanisme yang lebih baru seperti “proof of stake” dirancang jauh lebih hemat energi.

← Kembali ke Kamus Teknologi