Apa itu Cache? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Cache (dibaca “kash”) adalah mekanisme penyimpanan sementara yang menyimpan salinan data yang sering diakses agar bisa diambil jauh lebih cepat daripada mengambilnya dari sumber aslinya.

Prinsipnya sederhana: daripada mengambil data yang sama berulang kali dari tempat yang lambat, simpan dulu di tempat yang cepat.

Analogi Cache

Bayangkan lo sering butuh kalkulator. Daripada pergi ke gudang setiap kali perlu, lo simpan di atas meja. Meja = cache. Gudang = storage asli (database, server, disk).

Jenis-jenis Cache

Browser Cache Browser menyimpan file website (gambar, CSS, JavaScript) di komputer lo. Saat lo revisit website yang sama, browser pakai file yang sudah disimpan — tidak perlu download ulang. Ini yang membuat website terasa lebih cepat saat kedua kalinya diakses.

CPU Cache CPU punya cache internal (L1, L2, L3) yang menyimpan data yang sering diakses dari RAM. Cache CPU ribuan kali lebih cepat dari RAM, tapi kapasitasnya kecil (beberapa MB saja).

CDN Cache Content Delivery Network menyimpan salinan konten website di server yang tersebar di banyak lokasi geografis. Pengguna di Indonesia mendapat konten dari server terdekat, bukan server di Amerika.

Application Cache / Redis Aplikasi menyimpan hasil query database atau komputasi yang berat di memory (RAM) agar tidak perlu dihitung ulang setiap request. Redis adalah tool cache paling populer untuk ini.

DNS Cache Menyimpan hasil DNS lookup (domain → IP address) agar tidak perlu query ulang ke DNS server setiap kali.

Mengapa Cache Bisa Bermasalah?

Cache kedaluwarsa (stale cache) adalah masalah umum:

  • Browser masih tampilkan versi lama website padahal sudah diupdate
  • Solusi: hard refresh (Ctrl + Shift + R) atau clear cache di browser

Cache biasanya punya TTL (Time To Live) — waktu kadaluarsa sebelum data di-refresh dari sumber aslinya.

Last updated on Saturday, June 27, 2026