Cloud & Infrastruktur

Cloud Computing

Ringkasan Cepat
  • Sewa sumber daya komputer (server, storage, jaringan) lewat internet, bayar sesuai pemakaian
  • Tiga model utama: IaaS, PaaS, SaaS – beda di seberapa banyak yang kamu urus sendiri
  • Provider terbesar: AWS, Google Cloud, Microsoft Azure

Cloud computing adalah model penyediaan sumber daya komputasi – server, storage, database, jaringan, sampai software – lewat internet. Alih-alih beli dan rawat server fisik sendiri, kamu tinggal sewa dari penyedia cloud dan bayar sesuai pemakaian.

Dari Mana Istilah Ini Muncul

Konsep berbagi sumber daya komputasi sebenarnya sudah ada sejak era mainframe tahun 1960-an, ketika beberapa organisasi berbagi satu komputer besar karena harganya yang sangat mahal. Istilah “cloud computing” sendiri populer setelah Amazon meluncurkan Amazon Web Services (AWS) pada 2006 – awalnya untuk memanfaatkan kapasitas server berlebih milik Amazon sendiri, lalu disewakan ke publik. Sejak itu, model ini berkembang pesat karena perusahaan tidak lagi harus membeli dan merawat server fisik sendiri hanya untuk mengantisipasi lonjakan trafik yang belum tentu terjadi.

Cara Kerjanya

Penyedia cloud (seperti Amazon AWS, Google Cloud, atau Microsoft Azure) punya pusat data raksasa berisi ribuan server fisik. Lewat teknologi virtualisasi, satu server fisik bisa dipecah menjadi banyak “server virtual” yang berjalan independen, lalu dibagi ke banyak pelanggan sekaligus. Kamu bisa menambah atau mengurangi kapasitas dalam hitungan menit – bukan minggu seperti kalau harus membeli hardware fisik sendiri. Sifat elastis inilah yang jadi nilai jual utama cloud: butuh lebih banyak daya saat trafik naik, tinggal scale up; saat sepi, scale down lagi, dan kamu hanya membayar yang benar-benar dipakai.

Tiga Model Layanan Cloud

Cloud computing biasanya dibagi jadi tiga model, tergantung seberapa banyak yang diurus penyedia dan seberapa banyak yang jadi tanggung jawab kamu:

Model Yang Diurus Penyedia Yang Kamu Urus
IaaS Server fisik, jaringan, virtualisasi OS, software, aplikasi, data
PaaS Server, OS, runtime, tools develop Aplikasi dan data kamu sendiri
SaaS Semuanya – aplikasi siap pakai Tinggal pakai, atur data/pengaturan

Jenis Deployment

Selain model layanan, cloud juga dibedakan dari cara deploy-nya. Public cloud membagi sumber daya ke banyak pelanggan lewat infrastruktur bersama yang sama – paling murah dan paling populer, karena biaya operasional pusat data ditanggung bersama semua pelanggan. Private cloud menyediakan infrastruktur khusus untuk satu organisasi saja – lebih mahal, tapi kontrolnya penuh, biasanya dipakai perusahaan dengan kebutuhan kepatuhan regulasi ketat (misalnya perbankan). Hybrid cloud mengombinasikan keduanya – misalnya data pelanggan yang sensitif disimpan di private cloud, sementara aplikasi front-end yang butuh skala besar berjalan di public cloud.

Info: Tiga penyedia cloud terbesar dunia (AWS, Google Cloud, Microsoft Azure) bersama-sama menguasai lebih dari separuh pangsa pasar cloud global – hampir semua aplikasi populer yang kamu pakai sehari-hari kemungkinan besar berjalan di atas server salah satu dari ketiganya.

Kesalahan Umum Soal Cloud Computing

Banyak yang mengira “cloud” berarti data melayang tanpa lokasi fisik yang jelas. Padahal semua data di cloud tetap tersimpan di server fisik sungguhan, di pusat data yang punya alamat dan lokasi geografis nyata – kamu saja yang tidak perlu tahu atau mengurus server mana persisnya. Kesalahpahaman lain: menganggap cloud otomatis lebih murah dalam segala kondisi. Untuk beban kerja yang stabil dan bisa diprediksi dalam jangka panjang, kadang menyewa/memiliki server sendiri justru lebih hemat dibanding membayar tarif cloud terus-menerus.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya cloud computing dengan hosting biasa?
Hosting tradisional biasanya menyewa satu server fisik/virtual dengan kapasitas tetap yang harus diperkirakan di muka. Cloud computing lebih fleksibel – sumber dayanya elastis, bisa bertambah/berkurang sesuai kebutuhan secara real-time, dan biasanya dibayar per pemakaian aktual, bukan biaya tetap bulanan yang sama meski trafik sedang sepi.
Aman nggak nyimpan data di cloud?
Penyedia cloud besar (AWS, Google Cloud, Azure) menerapkan standar keamanan tingkat enterprise yang umumnya lebih kuat daripada yang bisa dibangun sendiri oleh perusahaan kecil. Namun keamanan tetap tanggung jawab bersama (shared responsibility) – penyedia menjaga infrastrukturnya, sementara kamu tetap harus mengatur akses, enkripsi, dan konfigurasi keamanan datanya sendiri dengan benar.
Apa contoh provider cloud yang populer?
Yang paling besar ada Amazon Web Services (AWS), Google Cloud Platform (GCP), dan Microsoft Azure – ketiganya menguasai mayoritas pangsa pasar cloud dunia. Untuk proyek yang lebih kecil/sederhana, ada juga DigitalOcean dan Railway yang populer karena harga dan antarmukanya lebih ramah pemula.
Apakah cloud computing selalu lebih murah?
Tidak selalu. Cloud sangat hemat untuk beban kerja yang naik-turun tidak menentu, karena kamu hanya membayar yang dipakai. Tapi untuk beban kerja yang stabil dan bisa diprediksi dalam jangka panjang, biaya sewa server fisik/dedicated kadang bisa lebih murah dibanding tarif cloud yang berjalan terus-menerus.

← Kembali ke Kamus Teknologi