Ringkasan Cepat
- AI yang bisa membuat konten baru: teks, gambar, musik, kode program
- Bekerja berdasarkan pola statistik dari data pelatihan, bukan pemahaman sungguhan
- Bisa "berhalusinasi", kasih jawaban salah dengan nada percaya diri
Generative AI (AI generatif) adalah jenis kecerdasan buatan yang mampu menghasilkan konten baru, seperti teks, gambar, musik, atau kode program, berdasarkan pola yang dipelajarinya dari data pelatihan dalam jumlah besar. Berbeda dari AI tradisional yang biasanya hanya menganalisis, mengklasifikasikan, atau memprediksi berdasarkan data yang sudah ada, generative AI menciptakan sesuatu yang benar-benar baru yang tidak persis sama dengan apa pun di data pelatihannya.
Dari Mana Istilah Ini Muncul
Riset dasar generative AI sudah dimulai sejak 2014 lewat penemuan GAN (Generative Adversarial Network), tapi istilah ini baru meledak ke kesadaran publik luas setelah ChatGPT dari OpenAI dirilis pada akhir 2022, disusul berbagai model serupa seperti Gemini dari Google dan Midjourney untuk gambar, yang membuat teknologi ini bisa dicoba jutaan orang biasa secara langsung.
Cara Kerjanya
Model generative AI dilatih dengan mempelajari pola dari data dalam jumlah sangat besar, misalnya miliaran halaman teks untuk model bahasa, atau jutaan gambar berlabel untuk model gambar. Dari pola itu, model belajar memprediksi elemen berikutnya yang paling masuk akal, kata berikutnya dalam sebuah kalimat misalnya, lalu menggabungkan prediksi-prediksi kecil itu menjadi hasil akhir yang koheren, seolah-olah benar-benar “memahami” apa yang diminta penggunanya.
Kesalahan Umum Soal Generative AI
Banyak yang mengira semua jawaban dari AI generatif pasti benar dan akurat. Padahal model ini bisa “berhalusinasi”, menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tapi sebenarnya salah atau bahkan sepenuhnya dikarang, karena tugas utamanya adalah menghasilkan teks yang terdengar masuk akal secara statistik, bukan memverifikasi kebenaran faktual setiap klaim yang dibuatnya.