Ringkasan Cepat
- Jaringan perangkat fisik sehari-hari yang terhubung internet dan saling bertukar data
- Dari smart speaker sampai kamera pintar, jumlahnya udah lampaui populasi manusia
- Rentan diretas karena keamanannya sering seadanya, jadi target favorit botnet
Internet of Things (IoT) adalah jaringan perangkat fisik sehari-hari, mulai dari lampu, kamera, sampai kulkas, yang dilengkapi sensor dan koneksi internet sehingga bisa mengumpulkan data, saling bertukar informasi, dan dikendalikan dari jarak jauh. Konsep ini memperluas internet dari sekadar menghubungkan komputer dan HP, menjadi menghubungkan hampir semua benda fisik di sekitar kita.
Dari Mana Istilah Ini Muncul
Istilah “Internet of Things” pertama kali dicetuskan Kevin Ashton pada 1999 saat bekerja di Procter & Gamble, dalam presentasi tentang menghubungkan sensor RFID ke rantai pasokan barang. Konsep ini baru benar-benar meledak secara komersial di 2010-an seiring harga sensor dan chip WiFi makin murah, membuat produsen bisa menambahkan konektivitas internet ke hampir semua jenis perangkat rumahan dengan biaya terjangkau.
Cara Kerjanya
Setiap perangkat IoT dilengkapi sensor untuk mengumpulkan data (suhu, gerakan, cahaya, dan sebagainya) dan modul konektivitas (WiFi, Bluetooth, atau jaringan seluler) untuk mengirim data itu ke internet atau perangkat lain. Data yang terkumpul bisa diproses langsung di perangkat itu sendiri (edge computing) atau dikirim ke cloud untuk dianalisis lebih lanjut, lalu perangkat bisa merespons otomatis berdasarkan data tersebut, misalnya lampu pintar yang otomatis menyala saat sensor gerak mendeteksi seseorang masuk ruangan.
Kesalahan Umum Soal IoT
Banyak yang mengira perangkat IoT otomatis aman karena hanya perangkat kecil sederhana. Padahal justru sebaliknya, perangkat IoT sering jadi target empuk peretas karena keamanannya kerap seadanya (password default yang jarang diganti, jarang di-update firmware), membuatnya rentan disusupi dan dijadikan bagian botnet tanpa sepengetahuan pemiliknya.