<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>M81 on Seputar Teknologi</title>
        <link>https://seputartech.com/tags/m81/</link>
        <description>Recent content in M81 on Seputar Teknologi</description>
        <generator>Hugo -- gohugo.io</generator>
        <language>en-us</language>
        <lastBuildDate>Fri, 26 Jul 2024 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://seputartech.com/tags/m81/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" /><item>
            <title>FRB &#39;Batu Rosetta&#39; Terungkap: Sinyal Misterius Antariksa Akhirnya Punya Alamat</title>
            <link>https://seputartech.com/p/frb-batu-rosetta-terungkap-sinyal-misterius-antariksa-akhirnya-punya-alamat/</link>
            <pubDate>Fri, 26 Jul 2024 00:00:00 +0000</pubDate>
            <guid>https://seputartech.com/p/frb-batu-rosetta-terungkap-sinyal-misterius-antariksa-akhirnya-punya-alamat/</guid>
            <description>&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/6325001/pexels-photo-6325001.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Featured image of post FRB &#39;Batu Rosetta&#39; Terungkap: Sinyal Misterius Antariksa Akhirnya Punya Alamat&#34; /&gt;&lt;p&gt;Selama bertahun-tahun, langit malam seringkali terasa seperti kotak Pandora; penuh misteri yang terkadang bikin bulu kuduk merinding. Salah satunya adalah desisan singkat dari kedalaman jagat raya, dijuluki Fast Radio Bursts (FRBs). Ledakan energi radio ini datang tiba-tiba, berlangsung sekejap mata, lalu lenyap tanpa jejak. Kebanyakan. Namun ada beberapa yang hobi mengulang, persis seperti tetangga yang suka ketok pintu terus-menerus.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;img alt=&#34;Sains&#34; class=&#34;gallery-image&#34; data-flex-basis=&#34;379px&#34; data-flex-grow=&#34;158&#34; height=&#34;1188&#34; loading=&#34;lazy&#34; sizes=&#34;(max-width: 767px) calc(100vw - 30px), (max-width: 1023px) 700px, (max-width: 1279px) 950px, 1232px&#34; src=&#34;https://images.pexels.com/photos/23491953/pexels-photo-23491953.png?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940&#34; srcset=&#34;https://seputartech.com/pexels-photo-23491953_3443354380978242495_hu_8a938e31a05f6b6a.png 800w, https://seputartech.com/pexels-photo-23491953_3443354380978242495_hu_a9ed114853a03b0e.png 1600w, https://images.pexels.com/photos/23491953/pexels-photo-23491953.png?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940 1880w&#34; width=&#34;1880&#34;&gt;&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Nah, sekarang ada kabar gembira yang mungkin bisa membuat para ilmuwan astrofisika di seluruh dunia tidur lebih nyenyak. Salah satu FRB pengulang, yang diberi nama FRB 20191221A, kini sudah ditemukan &amp;ldquo;rumah&amp;rdquo;-nya. Para peneliti berhasil melacak sinyal berulang ini dan menemukan bahwa ia berasal dari gugus bola (globular cluster) di galaksi tetangga kita, M81. Anggap saja ini bukan cuma tahu sinyalnya dari &amp;ldquo;luar angkasa&amp;rdquo;, tapi dari &amp;ldquo;rumah nomor 12 di kompleks galaksi seberang&amp;rdquo;. Ini langkah besar, karena selama ini, FRB seringkali terasa seperti suara notifikasi WhatsApp dari nomor tak dikenal yang terus muncul tengah malam.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Yang menarik dari penemuan ini adalah lokasinya. Gugus bola adalah kumpulan bintang-bintang tua yang padat. Penemuan FRB di sana memberi petunjuk signifikan. Ini bukan cuma membantu kita mengidentifikasi sumber spesifiknya—kemungkinan besar bintang neutron atau magnetar—tapi juga bagaimana ia bisa sampai di sana, atau bahkan terlahir di lingkungan yang begitu kuno. Para ilmuwan bahkan menyebut penemuan ini sebagai &amp;ldquo;Batu Rosetta&amp;rdquo; untuk sinyal kosmik, sebuah analogi yang cukup bikin penasaran akan seberapa besar kunci yang satu ini untuk membuka gembok misteri FRB lain.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;blockquote&gt;&#xA;    &lt;p&gt;Menemukan FRB ini di gugus bola adalah kunci utama. Ini membuka pintu untuk memahami asal-usul FRB dan sifat fisika ekstrem yang mungkin melatarinya.&lt;/p&gt;&lt;span class=&#34;cite&#34;&gt;&lt;span&gt;― &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Arash Bahramian, &lt;/span&gt;&lt;a href=&#34;https://www.wired.com/story/a-source-of-mysterious-repeating-radio-signals-from-space-has-been-identified/&#34;&gt;&lt;cite&gt;Curtin University, Australia&lt;/cite&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&#xA;&lt;blockquote class=&#34;alert alert-note&#34;&gt;&#xA;        &lt;div class=&#34;alert-header&#34;&gt;&#xA;            &lt;span class=&#34;alert-icon&#34;&gt;📝&lt;/span&gt;&#xA;            &lt;span class=&#34;alert-title&#34;&gt;Note&lt;/span&gt;&#xA;        &lt;/div&gt;&#xA;        &lt;div class=&#34;alert-body&#34;&gt;&#xA;            &lt;p&gt;Fast Radio Bursts (FRBs) adalah fenomena astrofisika yang ditandai dengan pulsa radio yang sangat kuat dan sangat singkat, biasanya hanya berlangsung beberapa milidetdetik. Asal-usul mereka masih menjadi salah satu misteri terbesar di bidang astronomi.&lt;/p&gt;&#xA;        &lt;/div&gt;&#xA;    &lt;/blockquote&gt;&#xA;&lt;p&gt;Jadi, apa artinya ini bagi kita yang mungkin tidak mengerti bedanya gugus bola dengan bola lampu? Sederhana saja. Selama ini, FRB adalah teka-teki &amp;ldquo;entah dari mana&amp;rdquo;. Dengan adanya alamat, para ilmuwan kini punya titik awal yang konkret untuk menyelidiki. Mereka bisa mempelajari lingkungan sekitarnya, jenis bintang apa yang ada di sana, dan bagaimana kondisi ekstrem bisa memicu ledakan energi sekuat itu. Ini seperti mencari kunci yang hilang; awalnya cuma tahu &amp;ldquo;ada di rumah&amp;rdquo;, sekarang sudah tahu &amp;ldquo;ada di laci meja dapur&amp;rdquo;. Jauh lebih efektif.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/32054509/pexels-photo-32054509.png?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Sains&#34; style=&#34;float:right; max-width:300px; width:42%; margin:0 0 1rem 1.5rem; border-radius:8px; clear:right;&#34;&gt;&#xA;&lt;p&gt;Pikirkan begini: jika setiap FRB adalah puzzle yang berbeda, maka FRB 20191221A ini adalah kepingan paling penting yang menunjukkan gambaran umum puzzle tersebut. Ini bukan cuma tentang satu FRB, tapi bagaimana penemuan ini bisa membuka jalan untuk memahami lusinan, bahkan ratusan FRB lain yang telah atau akan terdeteksi. Kita sedang bicara tentang potensi untuk memecahkan salah satu enigma terbesar di alam semesta, yang bisa memberi tahu kita banyak tentang bintang-bintang yang sekarat, lubang hitam, atau bahkan material di antara galaksi.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;p&gt;Bagi seputartech.com, ini adalah pengingat betapa kecilnya kita di jagat raya yang luas ini, dan betapa gigihnya akal manusia dalam mencoba memahaminya. Kita seringkali terfokus pada perangkat di genggaman tangan atau inovasi AI terbaru, namun di saat yang sama, ada sekelompok manusia yang gigih menatap langit, berusaha menangkap setiap desis dan cahaya untuk menyusun narasi besar alam semesta. Penemuan &amp;ldquo;Batu Rosetta&amp;rdquo; ini, meski terdengar jauh, adalah bukti bahwa sains tidak pernah berhenti mengajukan pertanyaan, tidak pernah berhenti mencari jawaban. Dan terkadang, jawabannya datang dalam bentuk sinyal radio yang berulang, dari sebuah gugus bintang tua yang jauh. Jadi, lain kali lihat bintang, ingatlah: mungkin ada sesuatu di sana yang sedang mencoba memberitahu kita rahasianya, dan kita selangkah lebih dekat untuk mendengarkannya.&lt;/p&gt;&#xA;&lt;img src=&#34;https://images.pexels.com/photos/6325002/pexels-photo-6325002.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=650&amp;w=940&#34; alt=&#34;Sains&#34; style=&#34;float:right; max-width:300px; width:42%; margin:0 0 1rem 1.5rem; border-radius:8px; clear:right;&#34;&gt;&#xA;&lt;p&gt;Penemuan ini bukan akhir cerita, tentu saja. Ini baru permulaan dari babak baru. Para astronom kini akan bekerja keras, menggali lebih dalam, dan mencari FRB serupa di lokasi yang sama. Mungkin kita tidak akan segera bertemu alien karena sinyal ini, tapi kita akan lebih paham tentang fisika paling ekstrem di alam semesta. Itu saja sudah cukup keren, kan?&lt;/p&gt;&#xA;&lt;div style=&#34;clear:both;&#34;&gt;&lt;/div&gt;&#xA;&lt;hr&gt;&#xA;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumber: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.wired.com/story/a-source-of-mysterious-repeating-radio-signals-from-space-has-been-identified/&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Wired&lt;/a&gt;&lt;/em&gt; | Foto: &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@igor-mashkov-14869791&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Igor Mashkov&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@dennisariel&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Dennis Ariel&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@jjstudio&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Jan Jüttner&lt;/a&gt;, &lt;a class=&#34;link&#34; href=&#34;https://www.pexels.com/@alejandro-de-roa-649065356&#34;  target=&#34;_blank&#34; rel=&#34;noopener&#34;&#xA;    &gt;Alejandro De Roa&lt;/a&gt; / Pexels&lt;/p&gt;&#xA;</description>
        </item></channel>
</rss>
