Nvidia, perusahaan semikonduktor yang kini jadi raja di pasar GPU, punya sejarah kelam. Mereka pernah hampir bangkrut di awal perjalanannya.
Krisis finansial ini terjadi pada tahun 1990-an, saat Nvidia masih berjuang menemukan pijakan di industri chip grafis.
Penyelamat datang dari perusahaan game raksasa, Sega. Sega kala itu sedang mencari chip grafis untuk konsol game generasi selanjutnya, Sega Dreamcast.
Nvidia awalnya mengembangkan chip NV1, namun hasilnya kurang memuaskan dan membuat mereka di ambang kehancuran.
Sega kemudian mendekati Nvidia dengan tawaran kerja sama. Mereka ingin Nvidia mengembangkan chip grafis untuk Dreamcast.
Namun, Sega akhirnya membatalkan kontrak tersebut. Mereka memilih chip PowerVR dari NEC, meninggalkan Nvidia dalam kesulitan.
Meski begitu, kerja sama awal dengan Sega memberi Nvidia dana segar yang sangat dibutuhkan. Dana ini digunakan untuk mengembangkan chip Riva 128.
Riva 128 sukses besar di pasaran, menyelamatkan Nvidia dari kebangkrutan. Chip ini menjadi fondasi kesuksesan Nvidia selanjutnya.
Kisah ini membuktikan bagaimana satu keputusan atau kesempatan bisa mengubah nasib sebuah perusahaan teknologi.
Foto: Javier Esteban / Unsplash