Uber diduga mendorong kebijakan yang bisa memperlambat adopsi mobil otonom secara luas. Strategi ini justru bisa memberikan keuntungan kompetitif bagi mereka.
Perusahaan taksi online ini mengklaim tindakan mereka adalah bagian dari upaya melawan monopoli. Namun, ada indikasi bahwa langkah tersebut justru menguntungkan posisi Uber.
Di setidaknya dua wilayah, Uber telah mendukung regulasi yang mempersulit pengembang kendaraan otonom lain. Kebijakan ini berpotensi menghambat laju pesaing.
Jika adopsi robotaxi melambat, Uber bisa mempertahankan dominasinya lebih lama. Mereka akan punya lebih banyak waktu untuk mengembangkan teknologi sendiri.

Taktik ini menimbulkan pertanyaan tentang niat sebenarnya di balik kebijakan yang didukung Uber. Apakah ini benar-benar demi persaingan sehat atau keuntungan strategis?
Perusahaan seperti Apple juga pernah menghadapi tantangan serupa dalam pengembangan kendaraan otonom. Persaingan di sektor ini memang ketat.
Foto: 652234 / Pixabay