Foto: Polina Tankilevitch / Pexels
Produk RekomendasiInfinix Note 40 Pro+ 5G: Gaming Lancar, Ngecas Kilat!Lihat Produk →
Ringkasan Cepat
- Wireless charging mengisi daya perangkat tanpa kabel di alas khusus.
- Reverse wireless charging mengubah ponsel kamu jadi ‘power bank’ nirkabel untuk perangkat lain.
- Keduanya menggunakan prinsip induksi elektromagnetik.
- Reverse wireless charging lebih lambat dan cocok untuk darurat.
Dunia teknologi terus berkembang, dan pengisian daya gadget pun makin canggih. Kamu mungkin sering mendengar istilah wireless charging, tapi bagaimana dengan reverse wireless charging? Kedua teknologi ini sering bikin bingung, padahal punya fungsi yang berbeda. Mari kita bedah satu per satu.
Wireless charging adalah teknologi yang memungkinkan kamu mengisi daya perangkat tanpa perlu kabel. Kamu cukup meletakkan ponsel atau gadget lain di atas alas pengisi daya (charging pad). Ini menghilangkan kerumitan kabel yang kusut dan membuat meja lebih rapi.
Cara kerjanya sederhana. Wireless charging menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Ada dua kumparan, satu di charger dan satu di perangkat yang diisi daya. Kumparan di charger akan menghasilkan medan magnet yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh kumparan di perangkat kamu.

Mayoritas wireless charger menggunakan standar Qi (dibaca “chi”), yang sudah menjadi standar global untuk pengisian daya nirkabel pada perangkat elektronik pribadi seperti smartphone dan smartwatch. Teknologi ini juga dilengkapi sistem perlindungan untuk mencegah overcharging atau overheating.
Apa Itu Reverse Wireless Charging?
Berbeda dengan wireless charging biasa, reverse wireless charging adalah fitur yang memungkinkan perangkat kamu (biasanya smartphone) berfungsi sebagai sumber daya untuk mengisi daya perangkat lain secara nirkabel. Jadi, ponsel kamu bisa jadi semacam power bank nirkabel.
Prinsip kerjanya serupa dengan wireless charging, yaitu menggunakan induksi elektromagnetik. Bedanya, arah transfer energi dibalik. Jika biasanya ponsel menerima daya, dengan fitur ini ponsel justru mengirimkan daya.
Kamu cukup mengaktifkan fitur ini di pengaturan ponsel, lalu meletakkan perangkat lain yang kompatibel (seperti earbuds nirkabel, smartwatch, atau ponsel lain) di bagian belakang ponsel kamu. Pastikan kumparan pengisian daya pada kedua perangkat sejajar.

Fitur ini sangat berguna dalam situasi darurat atau saat kamu bepergian dan tidak membawa banyak kabel. Misalnya, saat earbuds kamu kehabisan baterai di tengah perjalanan, kamu bisa langsung mengisi dayanya dari ponsel.
Manfaat dan Keterbatasan Kedua Teknologi
Wireless charging menawarkan kemudahan dan kerapian. Kamu tidak perlu lagi repot mencolokkan kabel setiap kali ingin mengisi daya. Ini juga bisa memperpanjang umur port charger ponsel kamu karena minim gesekan.
Sementara itu, reverse wireless charging memberikan fleksibilitas ekstra. Kamu bisa mengisi daya perangkat kecil tanpa kabel tambahan. Namun, perlu diingat bahwa kecepatan pengisian daya melalui reverse wireless charging umumnya lebih lambat dibandingkan pengisian daya menggunakan kabel. Efisiensinya juga lebih rendah karena ada kehilangan energi dalam bentuk panas.
Beberapa ponsel juga memiliki fitur reverse wired charging, di mana ponsel bisa mengisi daya perangkat lain menggunakan kabel USB-C, seperti pada iPhone 15. Ini menawarkan kecepatan yang lebih baik dibandingkan metode nirkabelnya.
Kedua teknologi ini saling melengkapi untuk memberikan pengalaman pengisian daya yang lebih praktis dan modern.