Foto: Szabó Viktor / Pexels
AboFlah, seorang streamer YouTube yang dikenal karena maraton streaming untuk amal, kini memiliki pandangan berbeda tentang kehidupan online. Setelah membangun karier yang sukses di platform tersebut, ia menyatakan keinginannya agar anak-anaknya menjalani kehidupan yang jauh dari sorotan internet.
Streamer asal Kuwait ini menjadi fenomena di Timur Tengah, memecahkan rekor dunia untuk siaran langsung terpanjang di YouTube, mencapai 268 jam atau sekitar 11 hari. Sepanjang kariernya, AboFlah telah mengumpulkan lebih dari $100 juta melalui donasi penonton. Dana tersebut disalurkan untuk berbagai tujuan kemanusiaan, termasuk membantu pengungsi di wilayahnya. Keberhasilannya ini menunjukkan potensi besar platform digital untuk mobilisasi massa dan penggalangan dana.
Misi Baru AboFlah: Hidup Offline untuk Anak
Meskipun ia sendiri hidup dari dan di dunia online, AboFlah sadar akan potensi dampak negatifnya. Ia ingin anak-anaknya memiliki masa kecil yang lebih tradisional, jauh dari tekanan dan eksposur media sosial. Penggunaan HP dan gadget secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan sosial dan mental anak.
Saya tidak ingin anak-anak saya berada di media sosial. Saya ingin mereka menjalani kehidupan yang normal, belajar, dan tumbuh seperti anak-anak pada umumnya.— AboFlah, YouTuber
Pandangan AboFlah ini menyoroti perdebatan yang semakin relevan di era digital: bagaimana menyeimbangkan manfaat konektivitas online dengan kebutuhan akan privasi dan kesejahteraan mental, terutama bagi generasi muda. Ia sendiri mengakui bahwa ada saatnya untuk mematikan perangkat dan “log off” dari dunia maya, sebuah pelajaran yang ingin ia tanamkan pada keluarganya.

Streaming Amal dan Batasan Diri
AboFlah memulai streaming pada tahun 2016, awalnya hanya sebagai hobi. Namun, ia cepat menemukan panggilan untuk menggunakan platformnya sebagai sarana kebaikan. Salah satu kampanye amalnya yang paling terkenal adalah “Warm Their Hearts”, yang berhasil mengumpulkan $11 juta dalam waktu kurang dari dua minggu. Kampanye ini bertujuan untuk membantu pengungsi di Suriah, Lebanon, Yordania, dan Irak.
Meskipun dedikasinya terhadap streaming amal sangat besar, AboFlah juga menyadari pentingnya batasan. Ia belajar untuk tidak terlalu memaksakan diri dan tahu kapan harus istirahat. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalnya di tengah jadwal streaming yang padat dan tekanan untuk terus berinovasi.
Keputusannya untuk menjaga anak-anaknya dari dunia online menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan digital, ada kebutuhan mendasar untuk koneksi manusia dan pengalaman dunia nyata. Ini menjadi pesan penting bagi para orang tua dan generasi muda yang tumbuh di tengah dominasi teknologi.