7 cara amankan rumah pintar kamu dari peretas di 2026

7 cara amankan rumah pintar kamu dari peretas di 2026
Ringkasan Cepat
  • Amankan Wi-Fi dengan kata sandi kuat dan pisahkan jaringan untuk IoT.
  • Gunakan kata sandi unik dan Multi-Faktor Otentikasi (MFA) untuk setiap perangkat.
  • Perbarui firmware perangkat secara rutin untuk menutup celah keamanan.
  • Nonaktifkan fitur yang tidak digunakan pada perangkat pintar kamu.
  • Tinjau dan sesuaikan pengaturan privasi di semua perangkat dan aplikasi.
  • Pilih merek perangkat rumah pintar yang memiliki reputasi keamanan baik.

Perangkat rumah pintar menawarkan kemudahan dan kenyamanan, tetapi juga membawa risiko keamanan siber baru. Peretas dapat mencoba mendapatkan akses tidak sah ke perangkat seperti bel pintu, kamera keamanan, dan asisten suara. Mengamankan rumah pintar kamu di tahun 2026 berarti mengambil langkah proaktif.

Meskipun teknologi terus berkembang, prinsip dasar keamanan tetap relevan. Berikut adalah 7 cara terbaik untuk mengamankan rumah pintar kamu dari potensi serangan peretas.

Amankan Jaringan Wi-Fi Rumah Kamu

Jaringan Wi-Fi adalah fondasi rumah pintar kamu, jadi pastikan keamanannya kuat. Ubah nama jaringan Wi-Fi (SSID) dan kata sandi default yang seringkali mudah ditebak.

Gunakan kata sandi yang kuat dan unik, kombinasikan angka, simbol, dan huruf. Aktifkan enkripsi WPA2 atau WPA3 di pengaturan router kamu untuk perlindungan maksimal.

Pertimbangkan juga untuk membuat jaringan Wi-Fi terpisah khusus untuk perangkat pintar kamu. Ini membantu mengisolasi perangkat IoT dari jaringan utama yang berisi informasi sensitif seperti data keuangan.

Seseorang sedang mengatur keamanan rumah pintar melalui tablet.
Foto: Jakub Zerdzicki / Pexels

Router dengan kata sandi default adalah celah besar bagi peretas. Pembaruan firmware router secara teratur juga penting untuk mengatasi kerentanan keamanan.

Gunakan Kata Sandi Unik dan Multi-Faktor Otentikasi

Jangan pernah menggunakan kembali kata sandi yang sama untuk berbagai perangkat atau akun. Serangan pada perangkat rumah pintar seringkali terkait dengan kata sandi yang digunakan kembali.

Setiap perangkat pintar harus memiliki kata sandi yang kuat dan unik. Gabungkan beberapa angka, simbol, dan huruf untuk menciptakan kata sandi yang sulit ditebak.

Aktifkan otentikasi multi-faktor (MFA) bila tersedia. MFA menambahkan lapisan keamanan ekstra, misalnya dengan verifikasi biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah.

Info: Sebuah studi tahun 2024 menunjukkan kekhawatiran luas tentang akses data tidak sah dari kamera pintar dan bel pintu.

Perbarui Firmware Perangkat Secara Rutin

Firmware adalah perangkat lunak tingkat rendah yang menjalankan router dan perangkat IoT lainnya. Produsen sering merilis pembaruan untuk memperbaiki kerentanan keamanan yang ditemukan.

Pastikan semua perangkat pintar dan aplikasi terkait kamu selalu diperbarui ke versi firmware dan perangkat lunak terbaru. Pembaruan ini penting untuk menjaga perangkat kamu aman dari eksploitasi peretas.

Beberapa perangkat memiliki fitur pembaruan otomatis yang bisa kamu aktifkan. Ini akan memastikan kamu selalu mendapatkan perlindungan terbaru tanpa harus mengecek secara manual.

Nonaktifkan Fitur yang Tidak Digunakan

Jika perangkat pintar kamu memiliki fitur yang tidak kamu gunakan, sebaiknya nonaktifkan fitur tersebut. Misalnya, kamu bisa mematikan kemampuan memesan barang langsung dari asisten suara.

Menonaktifkan fitur yang tidak perlu mengurangi potensi celah keamanan yang bisa dieksploitasi peretas. Tinjau pengaturan privasi perangkat secara berkala.

Tampilan umum rumah pintar dengan berbagai perangkat yang terhubung.
Foto: Jakub Zerdzicki / Pexels

Tinjau Pengaturan Privasi dan Keamanan

Periksa pengaturan privasi pada semua perangkat rumah pintar kamu. Sesuaikan pengaturan seperti berapa lama video atau audio disimpan, atau apakah informasi kamu dapat dikirim ke produsen.

Idealnya, produsen akan mengaktifkan pengaturan privasi yang kuat secara default. Namun, selalu periksa dan sesuaikan sesuai kenyamanan kamu.

Banyak perangkat rumah pintar berinteraksi dengan asisten suara seperti Alexa atau Google Home. Perhatikan pengaturan privasi pada aplikasi asisten suara ini.

Pertimbangkan Reputasi Merek Perangkat

Sebelum membeli perangkat rumah pintar, lakukan riset tentang produsen dan riwayat keamanan produk mereka. Pilih merek yang memiliki reputasi baik dalam hal keamanan dan privasi.

Pertimbangkan apakah produsen tersebut pernah mengalami pelanggaran keamanan atau keluhan privasi. Prioritaskan merek yang transparan tentang praktik keamanan mereka.

Gunakan Kamera Keamanan Bertenaga AI

Di tahun 2026, kamera keamanan bertenaga AI menjadi pusat keamanan rumah pintar. Kamera ini menawarkan pengenalan objek canggih dan analisis perilaku.

Kamera AI dapat mengidentifikasi manusia, kendaraan, dan hewan peliharaan secara akurat. Ini mengurangi alarm palsu yang disebabkan oleh gerakan sehari-hari.

Sistem keamanan modern juga dapat mengambil tindakan otomatis, seperti menyalakan lampu atau mengunci pintu, ketika terdeteksi gerakan yang tidak biasa.

Pertanyaan Umum

Apakah semua perangkat rumah pintar rentan diretas?
Ya, semua perangkat rumah pintar yang terhubung ke internet berpotensi diretas jika tidak diamankan dengan benar. Peretas dapat mengeksploitasi kerentanan di perangkat atau jaringan untuk akses tidak sah.
Apa itu otentikasi multi-faktor (MFA)?
Otentikasi multi-faktor (MFA) adalah lapisan keamanan tambahan yang memerlukan dua atau lebih metode verifikasi untuk membuktikan identitas kamu, seperti kata sandi dan sidik jari.
Seberapa penting pembaruan firmware?
Pembaruan firmware sangat penting karena seringkali berisi perbaikan keamanan yang mengatasi kerentanan yang diketahui, sehingga melindungi perangkat kamu dari serangan terbaru.

SeputarTech

Redaksi independen yang merangkum & mengurasi berita teknologi dari berbagai sumber terpercaya untuk pembaca Indonesia.

Komentar