Celah ‘Pass-ta-key’ bikin password Chrome kamu terancam bocor

Celah ‘Pass-ta-key’ bikin password Chrome kamu terancam bocor

Sekelompok peneliti keamanan siber berhasil menembus sistem passkey berbasis Chrome milik Google. Mereka menggunakan metode serangan yang dinamakan Pass-ta-key. Penemuan ini memunculkan kekhawatiran serius mengenai keamanan data pengguna, terutama password yang tersimpan di browser.

Serangan Pass-ta-key menunjukkan bahwa meskipun passkey dirancang untuk menjadi pengganti password yang lebih aman, implementasinya masih bisa memiliki kerentanan. Para peneliti berhasil mengeksploitasi celah ini, memungkinkan mereka untuk mencuri kredensial pengguna.

Bagaimana Celah Pass-ta-key Bekerja?

Celah Pass-ta-key mengeksploitasi bagaimana Google Chrome mengelola dan menyimpan passkey. Passkey adalah standar otentikasi baru yang bertujuan untuk menghilangkan kebutuhan akan password tradisional, menggantinya dengan metode yang lebih aman seperti sidik jari atau pengenalan wajah, atau kunci keamanan fisik. Namun, serangan ini menunjukkan bahwa proses otentikasi tersebut bisa disalahgunakan.

Secara teknis, Pass-ta-key memanfaatkan kelemahan dalam integrasi passkey dengan arsitektur Chrome. Peneliti berhasil membuat skenario di mana passkey yang seharusnya aman dapat diakses secara tidak sah. Ini bisa terjadi melalui berbagai vektor serangan, termasuk phishing canggih atau eksploitasi kerentanan browser lainnya yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses ke sesi passkey.

Implikasinya cukup besar. Jika penyerang berhasil mengeksploitasi celah ini, mereka bisa mendapatkan akses ke akun pengguna tanpa perlu mengetahui password asli. Ini berpotensi membahayakan data pribadi, informasi keuangan, dan aset digital lainnya yang terkait dengan akun Google atau layanan lain yang menggunakan passkey di Chrome.

Ilustrasi celah keamanan yang mengancam password di Google Chrome melalui passkey.
Foto: Zulfugar Karimov / Unsplash

Dampak dan Langkah Pencegahan

Dampak dari celah Pass-ta-key ini bisa meluas. Pengguna Google Chrome yang mengandalkan passkey untuk keamanan akun mereka menjadi target potensial. Meskipun Google secara aktif berupaya menambal kerentanan keamanan, penemuan seperti ini mengingatkan kita bahwa tidak ada sistem yang 100% kebal.

Untuk saat ini, pengguna disarankan untuk selalu memperbarui browser Google Chrome ke versi terbaru. Pembaruan seringkali mencakup perbaikan keamanan penting yang dapat melindungi dari eksploitasi celah yang baru ditemukan. Selain itu, berhati-hatilah terhadap tautan mencurigakan atau email phishing yang mungkin mencoba memancing kamu untuk memberikan informasi login.

Menggunakan autentikasi dua faktor (2FA) di setiap akun yang mendukungnya juga merupakan langkah krusial. Bahkan jika passkey atau password kamu berhasil dicuri, 2FA dapat menambahkan lapisan keamanan ekstra yang mempersulit penyerang untuk mengakses akun. Mempertimbangkan penggunaan password manager pihak ketiga yang memiliki reputasi baik juga bisa menjadi pilihan, karena mereka seringkali menawarkan fitur keamanan tambahan dan enkripsi yang lebih kuat.

SeputarTech

Redaksi independen yang merangkum & mengurasi berita teknologi dari berbagai sumber terpercaya untuk pembaca Indonesia.