Cara Cairkan Kripto ke Rekening Bank, Gampang Banget!

Cara Cairkan Kripto ke Rekening Bank, Gampang Banget!
Ringkasan Cepat
  • Pindahkan kripto ke exchange lokal terdaftar (Indodax, Tokocrypto, Pintu, Reku).
  • Selesaikan verifikasi identitas (KYC) dan tautkan rekening bank Anda.
  • Jual kripto menjadi Rupiah melalui order jual di exchange.
  • Tarik dana Rupiah ke rekening bank Anda, perhatikan biaya dan pajak yang berlaku.

Mencairkan aset kripto Anda ke rekening bank bisa jadi tugas yang membingungkan jika kamu baru pertama kali melakukannya. Proses ini, yang dikenal sebagai ‘off-ramp’ di dunia kripto, melibatkan konversi aset digital menjadi mata uang fiat (seperti Rupiah) yang kemudian dapat kamu tarik ke rekening bank lokal. Untungnya, di Indonesia, proses ini semakin mudah dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Panduan ini akan menjelaskan langkah-langkah yang perlu kamu ikuti untuk mencairkan kripto ke rekening bank di Indonesia.

Siapkan Akun di Exchange Terdaftar

Langkah pertama adalah memastikan kamu memiliki akun di crypto exchange lokal yang terdaftar di Indonesia. Platform seperti Indodax, Tokocrypto, Pintu, dan Reku adalah pilihan populer yang mendukung penarikan Rupiah (IDR) ke rekening bank.

  1. Pindahkan Kripto Anda ke Exchange: Jika kripto kamu berada di dompet pribadi (cold wallet atau dompet lain di luar exchange), transfer aset tersebut ke akun di exchange lokal pilihanmu. Pastikan kamu memilih jaringan (network) yang tepat saat mentransfer untuk menghindari kehilangan dana dan biaya yang tidak perlu.
  2. Selesaikan Verifikasi Identitas (KYC): Semua exchange yang berlisensi di Indonesia wajib melakukan verifikasi identitas atau KYC (Know Your Customer). Kamu akan diminta untuk mengunggah dokumen identitas seperti KTP (untuk WNI) atau KITAS (untuk WNA) dan bukti alamat. Proses ini penting untuk memenuhi peraturan OJK dan Anti Pencucian Uang (AML).
  3. Tautkan Rekening Bank: Setelah akunmu terverifikasi, tautkan rekening bank lokal kamu ke profil exchange. Biasanya, kamu perlu memasukkan detail rekening bank (nomor rekening, nama bank) dan memastikan nama di rekening bank cocok dengan nama yang terdaftar di akun exchange kamu. Bank-bank seperti BCA, Mandiri, BNI, dan BRI umumnya didukung luas.
Ilustrasi proses verifikasi identitas untuk keamanan akun kripto.
Foto: Alesia Kozik / Pexels

Ilustrasi proses verifikasi identitas untuk keamanan akun kripto.

Jual Kripto Anda Menjadi Rupiah

Setelah akunmu siap, langkah selanjutnya adalah menjual aset kripto menjadi mata uang Rupiah.

  1. Pilih Kripto yang Ingin Dijual: Masuk ke bagian perdagangan (trading) di exchange kamu dan pilih pasangan perdagangan kripto/IDR (misalnya, USDT/IDR atau BTC/IDR).
  2. Tempatkan Order Jual: Kamu bisa menjual kripto pada harga pasar saat ini (market order) atau menetapkan harga sendiri (limit order). Masukkan jumlah kripto yang ingin kamu jual.
  3. Konfirmasi Penjualan: Periksa kembali detail transaksi dan konfirmasi penjualanmu. Setelah penjualan berhasil, saldo Rupiah akan muncul di dompet exchange kamu.

Tarik Dana ke Rekening Bank

Ini adalah langkah terakhir untuk memindahkan dana hasil penjualan kripto ke rekening bank kamu.

  1. Pilih Opsi Penarikan (Withdrawal): Navigasi ke bagian penarikan dana di aplikasi atau situs web exchange. Pilih mata uang fiat (IDR) dan metode penarikan melalui transfer bank.
  2. Masukkan Jumlah Penarikan: Tentukan berapa banyak Rupiah yang ingin kamu tarik ke rekening bank. Perhatikan batas minimum dan maksimum penarikan yang mungkin diberlakukan oleh exchange.
  3. Verifikasi Keamanan: Selesaikan proses verifikasi keamanan tambahan, seperti otentikasi dua faktor (2FA) atau konfirmasi email.
  4. Tunggu Dana Sampai: Setelah semua langkah dikonfirmasi, exchange akan memproses penarikanmu. Waktu yang dibutuhkan agar dana sampai di rekening bank bisa bervariasi, biasanya antara beberapa jam hingga 1-3 hari kerja, tergantung bank dan platform.

Penting untuk diingat bahwa di Indonesia, ada pajak penghasilan final sebesar 0,21% yang dikenakan pada penjualan aset kripto di exchange lokal terlisensi, dan ini biasanya dipotong otomatis oleh exchange. Kamu tetap perlu melaporkan penarikan ini dalam SPT tahunanmu.

Tampilan aplikasi crypto exchange saat melakukan penarikan dana.
Foto: Jonathan Borba / Pexels

Tampilan aplikasi crypto exchange saat melakukan penarikan dana.

Biaya yang Perlu Diperhatikan

Saat mencairkan kripto, ada beberapa jenis biaya yang mungkin kamu temui:

  • Biaya Jaringan: Ini adalah biaya yang dikenakan oleh blockchain untuk memproses transaksi. Besarannya bervariasi tergantung pada kepadatan jaringan.
  • Biaya Layanan Exchange: Platform exchange mungkin mengenakan biaya untuk memproses transaksi penjualan dan penarikan.
  • Spread Harga: Selisih antara harga beli dan jual yang ditawarkan oleh exchange.
  • Biaya Transfer Bank: Beberapa exchange mungkin mengenakan biaya kecil untuk transfer dana ke rekening bank, meskipun banyak yang menawarkan transfer bank gratis dengan biaya administrasi bank flat.

SeputarTech

Redaksi independen yang merangkum & mengurasi berita teknologi dari berbagai sumber terpercaya untuk pembaca Indonesia.