Penulis Ian Bogost mengemukakan bahwa arah pengembangan Silicon Valley mungkin keliru. Ia melihat adanya “dematerialisasi” yang menjauhkan manusia dari pengalaman dunia nyata.
Dematerialisasi ini membuat kita lebih banyak berinteraksi dengan representasi digital, bukan objek fisik. Akibatnya, hidup terasa kurang substansial dan kurang membumi.
Bogost mengusulkan konsep “The Small Stuff” sebagai jalan keluar dari kondisi ini. Ini berarti fokus kembali pada hal-hal kecil dan konkret dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menghargai benda dan momen fisik, kita bisa merebut kembali kendali atas pengalaman hidup. Ini adalah cara melawan dominasi pengalaman digital yang serba abstrak.
Ia berpendapat bahwa industri teknologi seringkali mengabaikan aspek fisik dan tangibel. Mereka terlalu fokus pada efisiensi dan konektivitas virtual.
Pendekatan ini menantang pandangan bahwa kemajuan selalu berarti digitalisasi penuh. Bogost mengajak kita mempertimbangkan kembali nilai-nilai fundamental yang sering terabaikan.
Teknologi seharusnya membantu kita terhubung lebih dalam dengan dunia. Bukan malah menarik kita ke dalam realitas yang semakin virtual dan kurang bermakna.
Hidup yang lebih “membumi” dapat tercapai dengan interaksi langsung pada lingkungan sekitar. Ini memberikan perspektif baru tentang peran teknologi dalam kehidupan.
Foto: udayteja7770 / Pixabay