Penulis kondang Margaret Atwood baru-baru ini mengemukakan kritik tajam terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia menyoroti masalah fundamental AI sebagai “garbage in, garbage out.”
Pernyataan itu muncul dalam wawancara di Babell Literary and Cultural Festival di Porto, Portugal. Atwood dikenal lewat karya-karya seperti The Handmaid’s Tale dan The Blind Assassin.
Menurut Atwood, AI hanya bisa memproses dan menghasilkan output berdasarkan data yang diberikan padanya. Jika data masukan (input) memiliki kualitas buruk, hasilnya pun akan buruk.
Ini berarti akurasi dan objektivitas sistem AI sangat bergantung pada kebersihan serta relevansi data pelatihannya. Bias dalam data masukan bisa menghasilkan bias pada keluaran AI.

Garbage in, garbage out.
― Margaret Atwood, Babell Literary and Cultural Festival
Kritikan ini menjadi pengingat penting bagi pengembang dan pengguna AI. Kualitas data adalah kunci untuk menghindari hasil yang tidak akurat atau menyesatkan.
Atwood menegaskan bahwa AI bukanlah entitas yang bisa menciptakan informasi dari nol. Ia hanya mereplikasi dan memproses pola dari data yang sudah ada.
Foto: Markus Winkler / Pexels