SpaceX dilaporkan telah memamerkan prototipe perangkat AI kepada investor. Perangkat tersebut disebut “handset-like” atau mirip ponsel, ditunjukkan sebelum perusahaan melantai di bursa.
Langkah ini mengindikasikan ambisi SpaceX untuk memperluas bisnisnya ke sektor nirkabel. Potensi ekspansi ini bisa berarti perangkat AI tersebut akan terintegrasi dengan layanan internet satelit milik perusahaan.

Pengembangan perangkat AI ini menempatkan SpaceX dalam persaingan dengan pemain teknologi besar lainnya. Ini juga sejalan dengan tren perusahaan luar angkasa yang mencari sumber pendapatan baru di luar peluncuran roket.
Dengan perangkat AI yang mirip ponsel, SpaceX mungkin ingin menciptakan ekosistem perangkat kerasnya sendiri. Mirip dengan bagaimana perusahaan lain seperti Apple atau T-Mobile menawarkan perangkat dan layanan terintegrasi.
Perangkat ini bisa menjadi pelengkap bagi infrastruktur yang ada, memungkinkan akses ke internet satelit melalui perangkat genggam. Ini membuka peluang baru di pasar komunikasi dan perangkat cerdas.
Foto: viarami / Pixabay