OpenAI menunda rilis model AI terbarunya, GPT 5.6, ke publik. Keputusan ini datang setelah Gedung Putih meminta penundaan karena masalah keamanan.
Alih-alih rilis luas, OpenAI kini berencana membagikan GPT 5.6 hanya kepada grup mitra terpilih. Langkah ini menunjukkan peningkatan pengawasan pemerintah terhadap pengembangan kecerdasan buatan.
Laporan menyebutkan bahwa pemerintahan Trump secara langsung meminta OpenAI untuk “slow roll” distribusi model tersebut. Intervensi ini menandai titik penting dalam regulasi teknologi AI.
Permintaan ini berfokus pada potensi risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan oleh model AI generasi baru. Kekhawatiran muncul seiring kemampuan AI yang semakin kompleks dan tak terduga.
Diskusi antara OpenAI dan Gedung Putih menekankan perlunya evaluasi mendalam sebelum teknologi semacam ini diakses publik luas. Tujuannya adalah memastikan keamanan pengguna dan sistem secara keseluruhan.
Foto: Justin Morgan, Arnold Francisca, Kit (formerly ConvertKit), Herry Sucahya, Jo Lin / Pexels