Eropa mulai menunjukkan penolakan terhadap upaya Washington untuk mengintensifkan “perang chip” global. Kebijakan Amerika Serikat yang baru berpotensi membatasi penjualan peralatan chip generasi lama ke China.
ASML, produsen peralatan semikonduktor vital, menegaskan bahwa China saat ini hanya dapat membeli alat deep ultraviolet (DUV) generasi sebelumnya. Mesin ini pertama kali dikirimkan sekitar satu dekade lalu, bukan teknologi paling maju.
CEO ASML, Christophe Fouquet, mengungkapkan bahwa alat-alat tersebut adalah target pembatasan baru dari MATCH Act. Ini berarti teknologi yang sudah berumur akan dilarang untuk pasar China.
Eropa melihat langkah ini sebagai upaya berlebihan yang berdampak pada industri mereka. Pembatasan pada teknologi yang sudah tidak baru dinilai kontraproduktif bagi rantai pasok global.
What China can currently buy are older-generation deep ultraviolet tools — gear first shipped about a decade ago — the same machines the MATCH Act would now put off-limits.
― Christophe Fouquet, ASML
Washington ingin menekan kemajuan teknologi chip China. Namun, Eropa berargumen bahwa pembatasan ini hanya menyasar peralatan yang sudah usang.
Foto: wal_172619, ranjatm, Mrdidg, 12019, acunha1973 / Pexels