Seorang TikToker di Skotlandia kini berurusan dengan kepolisian. Pemicunya, ia menggunakan kacamata pintar Meta untuk merekam warga secara diam-diam saat melakukan perjalanan keliling Skotlandia. Insiden ini menyoroti kembali perdebatan tentang privasi di era perangkat wearable.
Kacamata pintar, seperti yang diproduksi Meta, dilengkapi kamera terintegrasi yang memungkinkan pengguna merekam video atau mengambil foto tanpa perlu mengeluarkan ponsel. Desainnya yang menyerupai kacamata biasa membuat aktivitas perekaman seringkali tidak disadari oleh orang di sekitar.

Pelanggaran Privasi dan Reaksi Publik
Kasus ini mencuat setelah video-video TikToker tersebut viral. Banyak netizen yang mengecam tindakannya, menganggapnya sebagai pelanggaran privasi yang serius. Merekam orang di ruang publik, terutama tanpa persetujuan, telah lama menjadi isu sensitif, dan teknologi kacamata pintar memperumit masalah ini.
Kepolisian Skotlandia kini tengah melakukan penyelidikan terhadap TikToker tersebut. Walaupun tidak disebutkan secara spesifik pasal hukum yang dilanggar, tindakan merekam orang tanpa izin di banyak negara dapat masuk dalam kategori pelanggaran privasi atau bahkan pelecehan.
Produk RekomendasiRay-Ban Meta Wayfarer Large (Gen 1) Smart GlassesLihat Produk →
Etika Penggunaan Teknologi Wearable
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Sejak kemunculan perangkat kacamata pintar, sudah banyak kekhawatiran yang muncul terkait potensi penyalahgunaan untuk merekam orang tanpa persetujuan. Perusahaan teknologi yang memproduksi perangkat semacam ini seringkali menyertakan panduan etika penggunaan, namun implementasinya di lapangan masih menjadi tantangan.
Penting bagi pengguna teknologi wearable untuk memahami batasan dan etika dalam merekam di ruang publik. Meskipun perangkat seperti kacamata berkamera menawarkan kemudahan, hak privasi individu tetap harus dihormati. Kasus ini menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial.