Netflix ciptakan binge-watching, kini malah jadi beban?

Netflix ciptakan binge-watching, kini malah jadi beban?

Netflix, yang dikenal sebagai pionir budaya binge-watching, kini menghadapi tantangan. Sebuah laporan baru menunjukkan penurunan signifikan jumlah penonton yang melanjutkan ke musim kedua.

Model binge-watching yang dulu jadi kekuatan utama, kini disebut-sebut tak lagi relevan. Penonton tampaknya tidak lagi setia menyelesaikan seluruh musim dalam satu waktu.

Hal ini berpotensi merugikan Netflix, karena retensi penonton menjadi kunci di tengah persaingan ketat layanan streaming.

Ilustrasi logo Netflix di layar televisi dengan tumpukan remote control.
Ilustrasi logo Netflix di layar televisi dengan tumpukan remote control.
Platform lain mulai mencoba pendekatan rilis mingguan, menunjukkan adaptasi strategi serupa dengan yang dilakukan [Comcast](https://seputartech.com/p/comcast-pecah-dua-lindungi-bisnis-broadband-inti/) untuk melindungi bisnis intinya.

Strategi konten Netflix mungkin perlu disesuaikan untuk mempertahankan minat penonton jangka panjang. Perubahan preferensi penonton memaksa evaluasi ulang model distribusi konten.

Fenomena ini mengindikasikan pergeseran perilaku konsumen media. Era di mana semua episode langsung tersedia mungkin sudah lewat masanya, mengingatkan pada tantangan ekspansi yang juga dihadapi Uber di beberapa pasar.


Foto: BoliviaInteligente / Unsplash

Seputartech AI Tools

Bingung pilih gadget? Biar AI yang bantu

Jawab 5 pertanyaan singkat, AI langsung rekomendasikan berdasarkan harga terkini — gratis, tanpa daftar.

Coba Gratis
BAGIKAN Netflix ciptakan binge-watching, kini malah jadi beban? Tautan disalin!