Seorang politisi Eropa diserang siber. Ponselnya diretas menggunakan spyware Pegasus dari NSO Group.
Ironisnya, saat itu ia menjabat di komite Uni Eropa yang menyelidiki industri spyware. Pelaku peretasan adalah salah satu pelanggan pemerintah NSO Group.
Kejadian ini menyoroti bagaimana alat mata-mata digital disalahgunakan oleh entitas negara. Penyalahgunaan data pribadi dan privasi menjadi isu krusial di era digital.
Bahkan fitur yang menjanjikan keamanan seperti WhatsApp username pun kadang memicu kekhawatiran baru. Insiden ini menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat terhadap teknologi pengawasan.
Foto: bluebudgie / Pixabay