Fitur username baru WhatsApp yang diharapkan meningkatkan privasi justru memicu kekhawatiran serius. Banyak pihak menyoroti potensi penipuan identitas yang bisa terjadi.

Meta selaku induk perusahaan menyebut WhatsApp mengadopsi fitur ini untuk memperkuat perlindungan data pengguna.
Namun, para kritikus mempertanyakan efektivitas mekanisme keamanan yang disiapkan Meta dalam mencegah peniruan identitas.
Pengguna kini bisa memilih nama unik yang tidak terikat nomor telepon, mirip platform media sosial lain. Ini membuka celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menyamar sebagai orang lain.

Sistem ini seharusnya memiliki perlindungan kuat untuk memverifikasi identitas asli pengguna. Namun, belum jelas bagaimana WhatsApp akan menangani laporan penipuan secara cepat dan akurat.
Kekhawatiran ini menambah daftar tantangan privasi yang kerap dihadapi platform teknologi, mirip isu yang pernah muncul pada Apple terkait fitur Hide My Email. Penting bagi pengguna untuk tetap berhati-hati dan memverifikasi kontak baru.
Foto: Schluesseldienst / Pixabay