Bhavin Turakhia, taipan teknologi asal India, kembali beraksi dengan proyek kelimanya, Neo. Kali ini, ia menantang dominasi Microsoft Office dan Google Apps dengan perangkat lunak perusahaan berbasis AI.
Turakhia menginvestasikan $30 juta dari dana pribadinya untuk membangun alternatif AI ini. Ini menandai upaya terbarunya dalam pasar perangkat lunak perusahaan, mirip dengan ambisi Venice AI di segmen privasi data.
Neo dikembangkan untuk menawarkan solusi produktivitas yang diperkuat kecerdasan buatan. Tujuannya adalah bersaing langsung dengan platform perkantoran raksasa yang ada, bahkan mungkin memicu tren baru seperti yang dilakukan OKX dengan agen AI-nya.
Sebelumnya, Turakhia dikenal sebagai pendiri beberapa perusahaan teknologi sukses. Neo adalah usaha kelimanya, menunjukkan fokus berkelanjutan pada perangkat lunak bisnis, serupa dengan bagaimana SpaceX terus berekspansi.
Penggunaan AI di Neo diharapkan mengubah cara kerja tim dan individu. Ini sejalan dengan peningkatan adopsi teknologi seperti Anthropic Mythos di berbagai sektor.

Langkah ini menempatkan Neo sebagai pemain baru yang patut diperhitungkan. Pasar perangkat lunak perkantoran siap menyaksikan persaingan yang lebih ketat.
Foto: jamesmarkosborne / Pixabay